Jumat, September 18

Santri Menulis

Menyusun Biografi KH. Nasir Zayadi

Menyusun Biografi KH. Nasir Zayadi

Artikel, Galeri, Info Terbaru, Santri Menulis
 Menyusun Biografi KH. Nasir Zayadi Oleh: Gus Badrul Arifin Tahun 2011 silam, saya pernah melakukan riset untuk penyusunan biografi KH. Nasir Zayadi, pendiri pondok pesantren Mansyaul Ulum. Di sana tempat saya belajar agama. Sebetulnya, tidak ada mandat dari siapapun untuk melakukannya. Tugas ini murni inisiatif saya pribadi. Semua tahapan riset dan penyusunannya, saya lakukan secara mandiri. Sebelumnya, saya juga berkonsultasi dengan Gus Muhammad Adib, bagaimana menyusun buku biografi yang baik. Rektor IAI Al-Qolam itu adalah salah satu dewan penguji skripsi saya tahun 2010. Sikap kritisnya sangat dibutuhkan agar penyusunan memoar nanti menjadi baik. Satu demi satu, sejumlah informan penting saya sowani untuk diwawancarai. Santri-santri KH. Zainal Alim (kakek KH. Nasir Zayadi) se
PENGANGKATAN KEPALA MANSYAUL ULUM PERIODE 2020-2023

PENGANGKATAN KEPALA MANSYAUL ULUM PERIODE 2020-2023

Aliyah, Artikel, Ibtidaiyah, Info Terbaru, Mading, Madrasah, Madrasah Aliyah, Madrasah Diniyah, Madrasah Tsanawiyah, Play Group/ Paud, Raudlatul Athfal (RA), RTQ Yanbu'a, Santri Menulis, Tsanawiyah
Yayasan Mansyaul Ulum menyelenggarakan istigasah dan pengangkatan Kepala Satuan Pendidikan, masa khidmah 2020-2023 di Aula Madrasah Mansyaul Ulum, Rabu pagi (1/6/20). Penentuan Kepala Madrasah merupakan hasil voting para Pengurus, dewan Guru, dan Tenaga Kependidikan pada akhir bulan Februari lalu. Pemilihan Kepala Madrasah rutin dilakukan setiap tiga tahun, sesuai aturan serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang berlaku. Voting merupakan opsi yang sangat demokratis. Semua guru berhak memilih dan berpeluang dipilih menjadi Kepala. Sebelum pengangkatan, KH. Muhlashon Nasir membuka dengan membaca Tawasul dan Ustad Hasyim Khan memimpin Istigasah serta Tahlil sebagai kegiatan rutin bulanan. Kepala terpilih diangkat langsung oleh Ketua Pengurus Yayasan Mansyaul Ulum Ganjaran Gon...
MANSYAUL ULUM GELAR PESTA DEMOKRASI

MANSYAUL ULUM GELAR PESTA DEMOKRASI

Aliyah, Ibtidaiyah, Info Terbaru, Mading, Madrasah, Madrasah Diniyah, Play Group/ Paud, Raudlatul Athfal (RA), Santri Menulis, Tsanawiyah
Pemilihan Kepala pada Satuan Pendidikan di lingkungan Yayasan Mansyaul Ulum resmi digelar Sabtu (29/2) pagi di Aula Pondok Pesantren Mansyaul Ulum. Teknis pemilihan melalui voting oleh segenap pengurus, guru serta semua staf dengan model Simple Majority (pemenang diputuskan berdasarkan suara terbanyak). Pelaksanaan pemilihan menjunjung semangat demokrasi, bebas serta rahasia. Kepala terpilih akan bertugas memimpin Satuan Pendidikan mulai bulan Juli mendatang selama tiga tahun (2020/2021 s.d 2022/2023) sesuai aturan yang berlaku pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Yayasan Mansyaul Ulum. Adapun Kepala yang terpilih adalah sebagai berikut: 1. Ustd. Ida Rohayati, S.Pd.I sebagai Kepala Kelompok Bermain (KB) 2. Ustd. Fitriatul Ula, S.Pd.I sebagai Kepala Raudalatul Athf...
Meraih Juara dalam lomba Hari Santri Nasional 2019 Se Malang Raya

Meraih Juara dalam lomba Hari Santri Nasional 2019 Se Malang Raya

Artikel, Mading, Madrasah Diniyah, Santri Menulis
Yayasan Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Ganjaran Gondanglegi Malang baru-baru ini dikabarkan meraih juara 2 baca kitab Kuning se Malang Raya. Berdasarkan keterangan Ustad Mas’ud S.Pdi selaku Kepala Sekolah Diniah Mansyaul Ulum, Minggu (27/10) dikonfirmasi melalui via telepon pihaknya membenarkan bahwa memang salah satu santri MU atas nama Amiruddin asal Rojoyoso Bantur berapa pekan lalu meraih juara 2 baca Kitab. “Saya hanya sekedar kepala sekolah cak, yang membimbing dan yang menggembleng soal pembacaan kitab itu adalah Gus Badrul menantunya Almarhum KH. Nasir Zayadi,” ungkapnya. Lain tempat Pengurus Pondok Mansyaul Ulum Gus Badrul Arifin M. Pd.i menyatakan bahwa lomba baca kitab itu dilaksanakan pada tgl 12 Oktober lalu dan Penerimaan Hadiah atau penghargaanya kemarin Sabtu (26/10) d
SELUAS TELAGA

SELUAS TELAGA

Info Terbaru, Santri Menulis
Siang itu mbah yai menghampiri seorang muridnya yang belakangan ini selalu tampak murung, “saya lihat akhir-akhir ini sampean sering murung, gus? Ada apa? Padahal ada banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” tanya mbah yai “ngeten yai, saya rasakan belakangan ini hidup saya penuh masalah. Rasanya sulit bagi saya untuk tersenyum. Ada saja masalah datang seperti tak ada habis-habisnya” jawab sang murid. mbah yai tersenyum “gus tolong ambilkan segelas air dan dua genggam garam. Bawa kemari biar ku perbaiki suasana hatimu itu” si murid pun segera beranjak pelan tanpa semangat ia laksanakan permintaan kiyainya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang di minta “sekarang coba sampean ambil segeggam garam dan masukkan ke segelas air itu”