
Surabaya 25 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Kantor Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat provinsi. Melalui kegiatan Kemah Santri 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, kontingen dari Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Ganjaran menjadi bagian dari peserta yang mewakili Kabupaten Malang dalam acara tersebut.
Acara dilangsungkan di Kompleks Kanwil Kemenag Jawa Timur, Jalan Raya Bandara Juanda No. 26 Sidoarjo, pada hari Jumat (24/10). Dari Kabupaten Malang hadir Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Malang Dr. Muhammad Arifin, M.Pd, didampingi oleh Staf Kasi PD Pontren Bpk Imam Subakhi, serta para santri dari Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Ganjaran.
Panggung Santri dan Kreativitas Pesantren
Rangkaian kegiatan dikemas dengan suasana kebersamaan dan kreativitas tinggi. Agenda utama meliputi kemah santri, expo pesantren, berbagai lomba santri, serta The Stage Inspiration. Acara dibuka sekitar pukul 14.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan area kemah sekitar pukul 16.00–17.00 WIB di halaman utama pendis. Malam harinya, The Stage Inspiration berlangsung hingga sekitar pukul 22.30 WIB, menampilkan pertunjukan gambus, inspirasi santri, dan pengajian akbar bersama Gus Abdurraham Al Kautsar Pengasuh PP Al Falah Ploso Kediri .
Kolaborasi dan Keteladanan Santri
Kasi PD Pontren menegaskan bahwa para santri adalah penggerak moral dan intelektual bangsa. “Santri Kabupaten Malang harus menjadi bagian dari arus peradaban dunia. Mereka tidak hanya menjaga nilai-nilai, tetapi juga membangun inovasi dan jejaring antar-pesantren,” tegasnya.
Sementara itu, Pendamping Ust Amiruddin menyampaikan bahwa kehadiran santri Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Ganjaran menjadi wujud semangat santri Kabupaten Malang yang religius, berbudaya, dan progresif. “Kegiatan ini menjadi wadah untuk belajar lintas daerah, memperkuat persaudaraan dan semangat kemandirian santri,” ungkapnya.
Santri sebagai Pilar Keilmuan dan Kebangsaan
Dalam sambutannya, Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur mengingatkan bahwa santri tidak boleh berhenti hanya di lingkungan pesantren. “Santri tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga harus berkiprah dalam bidang keilmuan, teknologi, dan ekonomi. Mereka adalah bagian dari solusi bagi bangsa,” pesannya.
Puncak Semangat Hari Santri
Acara Kemah Santri 2025 secara resmi dibuka pukul 16.26 WIB di halaman utama Kanwil Kemenag Jawa Timur. Momentum tersebut menandai semangat baru dari santri di Jawa Timur dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus kebangsaan.
Partisipasi Kabupaten Malang melalui Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Ganjaran menjadi bukti nyata bahwa para santri bukan sekadar penjaga moral bangsa, melainkan juga penggerak peradaban. Dari pesantren kita harapkan lahir generasi yang mengabdi dengan ilmu, berjuang dengan ketulusan, dan menebar kedamaian demi Indonesia dan dunia.
Kontributor – Jamaludin

