Rabu, Februari 11Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru
Shadow

Yayasan Mansyaul Ulum Gelar Upacara Bersarung Peringati HUT RI Ke-80

Gondanglegi, 17 Agustus 2025 – Suasana berbeda tampak dalam pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di halaman Yayasan Mansyaul Ulum. Seluruh peserta, mulai dari dewan guru, staf, hingga para siswa, mengikuti upacara dengan mengenakan sarung sebagai ciri khas dan identitas budaya santri.

Kegiatan ini bertajuk “Upacara Bersarung: Merajut Nasionalisme dengan Kearifan Lokal”, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus melestarikan budaya santri di lingkungan pendidikan.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Ketua Yayasan Mansyaul Ulum Gus Badrul Arifin,.M.Pd.I dalam amanatnya menegaskan pentingnya menjaga persatuan, meneladani perjuangan para pahlawan, serta menumbuhkan semangat belajar untuk mengisi kemerdekaan.

“Peringatan HUT RI ke-80 ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat karakter generasi muda. Dengan bersarung, kita menunjukkan bahwa nasionalisme bisa berjalan berdampingan dengan budaya dan tradisi pesantren serta menjaga toleransi antar suku bangsa dan budaya,” ungkapnya.

Prosesi upacara berjalan khidmat, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, hingga pembacaan Pancasila. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika seluruh siswa dengan penuh semangat menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Segenap petugas upacara serampak memakai sarung dari Atlas Indonesia sebagai pesantren terpilih dalam program gebyar bersarung merah putih 2025

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan Upacara HUT RI yang ke 80 dan spesial pada tahun ini PP Mansyaul Ulum mendapatkan Sarung Gratis dari Atlas Indonesia “ Ketua Pondok Gus Ahmad Fuad Hasyim

Selain upacara, PP Mansyaul Ulum juga menggelar Khotmil Qur’an Bersama dan  berbagai lomba khas Agustusan, seperti Lomba Mancing Emosi, tarik tambang, Paku dalam botol, hingga lomba Volly Air yang diikuti oleh Santriwan dan santriwati.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menanamkan rasa cinta tanah air sekaligus menjaga tradisi lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.

Kontributor – Jamaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *