Rabu, Februari 11Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru
Shadow

Santri PP Mansyaul Ulum Ikuti Pelatihan Santri Wirausaha Terpadu (PESAWAT) Eko-Tren OPOP Jatim 2025

Malang, 31 Oktober 2025 — Dua santri dari Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Ganjaran Gondanglegi, M. Hafiz Ramadan dan Toriq Hamdika, mengikuti kegiatan Pelatihan Santri Wirausaha Terpadu (PESAWAT) Eko-Tren OPOP Jatim 2025 yang diselenggarakan di Kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang, pada 29–31 Oktober 2025. Kedua santri tersebut didampingi oleh Jamaluddin selaku pendamping pesantren.

Kegiatan yang diinisiasi oleh UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama OPOP Jatim (One Pesantren One Product) dan Diskop UKM Provinsi Jawa Timur ini diikuti oleh 33 pesantren terpilih se-Jawa Timur. Program ini bertujuan untuk membekali santri dengan keterampilan wirausaha kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di era ekonomi digital.

Pelatihan ini menghadirkan berbagai materi dan mini kompetisi, antara lain Jualan Online (Live Streaming), Konten Pemasaran Kreatif, serta Bisnis Model Canvas (BMC). Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung dalam merancang strategi bisnis pesantren berbasis digital.

Kegiatan PESAWAT Eko-Tren OPOP Jatim 2025 dihadiri oleh Gus Ghofirin, M.Pd. selaku Sekretaris Jenderal OPOP Jatim, serta dibuka secara resmi oleh Erwin Indra Widjaja, S.E., M.A.P., Kepala UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Erwin Indra Widjaja menekankan pentingnya peran santri dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM

Melalui pelatihan ini, diharapkan santri peserta, termasuk dari PP Mansyaul Ulum, dapat menjadi santripreneur yang mandiri dan mampu mengembangkan produk unggulan pesantren.

“Pelatihan ini memberikan pengalaman berharga, terutama dalam mempelajari cara jualan online dan pembuatan konten promosi yang menarik,” ungkap M. Hafiz Ramadan, salah satu peserta.

Program PESAWAT Eko-Tren OPOP Jatim 2025 menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren serta memperkuat ekosistem usaha mikro berbasis santri.

Kontributor – Jamaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *